Proses
Menstruasi
A.
Aspek Evolusi
Manusia merupakan salah
satu spesies yang mempunyai siklus reproduksi bulanan, atau setiap 28 hari.
Sikluas haid terjadi sebagai akibat pertumbuhan dan pengelupasan lapisan
endometrium uterus. Pada akhir fase haid endometrium menebal lagi atau
proliferasi. Setelah ovulasi pertumbuhan endometrium berhenti, kelenjar atau
glandula menjadi lebih aktif atau fase sekresi.
Perubahan endometrium
dikontrol oleh siklus ovarium. Rata-rata siklus 28 hari dan terdiri atas: (1) Fase
folikular, (2) Ovulasi, (3) Pasca Ovulasi atau fase luteal. Jika siklusnya
memanjang, fase folikularnya memanjang, sedangkan fase lutealnya tetap 14 hari.
Siklus haid normal
karena (1) Hypothalamus-pituitari-ovarian
endocrine axis.
B.
Hormon yang Mengontrol Siklus Haid
Pematangan folikel dan
ovulasi dikontrol oleh Hypothalamus-pituitari-ovarian
endocrine axis. Hipotalamus mengontrol siklus, tetapi ia sendiri dapat
dipengaruhi oleh senter yang lebih tinggi di otak, misalnya kecemasan dan stres
dapat mempengaruhi siklus. Hipotalamus memacu kelenjar hipofisis dengan
menyekresi gonadotropin-releasing hormone
(GnRH).
Pulsasi sekitar setiap
90 menit, menyekresi GnRH melalui pembuluh darah kecil di sistem portal
kelenjar hipofisis ke hipofisis anterior, gonadotropin hipofisis memacu
sintesis dan pelepasan follicle-stimulating
hormone (FSH) dan luteinizing-hormone
(LH).
FSH adalah hormon
glikoprotein yang memacu pematangan folikel selama fase folikular dari siklus.
FSH juga membantu LH memacu sekresi hormon steroid, terutama estrogen oleh sel
granulosa dari folikel matang.
LH juga termasuk
glikoprotein. LH ikut dalam steroidogenesis dalam folikel dan berperan penting
dalam ovulasi. Produksi progesteron oleh korpus luteum juga dipengaruhi oleh
LH.
C.
Siklus
Ovarium
Fase
Folikular
Hari
ke 1-8;
Pada
awal siklus, kadar FSH dan LH relatif tinggi dan memacu perkembangan10-20
folikel dengan satu folikel dominan . Folikel dominan tersebut tampak pada fase mid-follicular, sisa folikel
mengalami atresia . Relatif tingginya kadar FSH dan LH merupakan trigger turunnya estrogen dan
progesteron pada akhir siklus. Selama dan segera setelah haid kadar estrogen
relatif rendah tapi mulai meningkat karena terjadi perkembangan folikel .
Hari
ke 9-14
Pada
saat ukuran folikel meningkat lokalisasi akumulasi cairan tampak sekitar sel
granulosa dan menjadi konfluen, memberikan peningkatan pengisian cairan
diruangan sentral yang disebut antrum yang merupakan transformasi folikel
primer menjadi sebuah graafian folikel dimana oosit menempati posisi eksentrik,
dikelilingi oleh dua sampai tiga lapis sel granulosa yang disebut kumulus
ooforus .
Perubahan
hormon: hubungannya dengan pematangan folikel adalah ada kenaikan yang
progresif dalam produksi estrogen(terutama estradiol) oleh sel granulosa dari
folikel yang berkembang . Mencapai puncak 18 jam sebelum ovulasi . Karena kadar
estrogen meningkat, pelepasan kedua gonadotropin ditekan(umpan balik negatif)
yang berguna untuk mencegah hiperstimulasi dari ovarium dan pematangan banyak
folikel .
Sel
granulosa juga menghasilkan inhibin yang mempunyai implikasi sebagai faktor
dalam mencegah jumlah folikel yang matang .
D. Ovulasi
Hari ke-14
Ovulasi adalah pembesaran folikel
secara cepat yang diikuti dengan protrusi dari permukaan korteks ovarium
pecahnya folikel dengan ekstruksinya oosit yang ditempeli oleh kumulus ooforus
. Pada beberapa perempuan saat ovulasi dapat dirasakan dengan adanya nyeri di
fosa iliaka . Pemeriksaan USG menunjukkan adanya rasa sakit yang terjadi
sebelum folikel pecah .
Perubahan hormon: estrogen
meningkatkan sekresi LH (melalui hipotalamus) mengakibatkan meningkatnya
produksi androgen dan estrogen(umpan balik positif) . Segera sebelum ovulasi
terjadi penurunan kadar estradiol yang cepat dan peningkatan produksi
progesteron . Ovulasi terjadi dalam 8 jam dari mid-cycle surge LH
E.
Fase
Luteal
Hari ke 15-28
Sisa folikel tertahan dalam ovarium
di penitrasi oleh kapilar dan fibroblast dari teka . Sel granulosa mengalami
luteinisasi menjadi korpus luteum . Korpus luteum merupakan sumber utama
steroid seks, estrogen dan progesteron disekresi oleh ovarium pada fase
pasca-ovulasi .
Korpus luteum meningkatkan produksi
progesteron dan estradion. Kedua hormon tersebut diproduksi dari prekursor yang
sama.
Selama fase luteal kadar
gonoadotropin mencapa nadir dan tetap rendah sampai terjadi regresi korpus
luteum yang terjadi pada hari ke-26 – 28. Jika terjadi konsepsi dan implantasi,
korpus luteum tidak mengalami regresi karena dipertahankan oleh gonadotropin
yang dihasilkan oleh trofoblas. Jika konsepsi dan implantasi tidak terjadi korpus luteum akan
mengalami regresi dan terjadilah haid. Setelah kadar hormon steroid turun akan
diikuti peningkatan kadar gonadotropin untuk inisiasi siklus berikutnya.
F.
Siklus
Uterus
Dengan diproduksinya hormon steroid
oleh ovarium secara siklik akan
menginduksi perubahan penting pada uterus, yang melibatkan endometrium dan
mukosa serviks .
Endometrium
Endometrium terdiri atas 2 lapis,
yaitu lapisan superfisial yang akan mengelupas saat haid dan lapisan basal yang
tidak ikut dalam proses haid, tetapi ikut dalam proses regenerasi lapisan
superfisial untuk siklus berikutnya . Batas antara 2 lapis tersebut ditandai
dengan perubahan dalam karakteristik arteriola yang memasok endometrium .
Fase
proliferasi
Selama fase folikular di ovarium,
endometrium di bawah pengaruh estrogen . Pada akhir haid proses regenerasi
berjalan dengan cepat . Saat ini disebut fase proliferasi, kelenjar tubular
yang tersusun rapi sejajar dengan sedikit sekresi .
Fase
Sekretoris
Setelah ovulasi produksi
progesteron menginduksi perubahan sekresi endometrium .Tampak sekretori vakuole
dalam epitel kelenjar di bawah nukleus, sekresi maternal ke dalam lumen
kelenjar dan menjadi berkelok-kelok .
Fase
Haid
Normal fase luteal berlangsung
selama 14 hari . Pada akhir fase ini terjadi regresi korpus luteum yang ada
hubungannya dengan menurunnya produksi estrogen dan progesteron ovarum .
Penurunan ini diikuti oleh kontraksi spasmodik yang intens dari bagian arteri
spiralis kemudian endometrium menjadi iskemik dan nekrosis, terjadi
pengelupasan lapisan superfisial endometrium dan terjadilah perdarahan .
Vasospasmus terjadi karena adanya
produksi lokal prostaglandin . Prostaglandin juga meningkatkan kontraksi uterus
bersamaan dengan aliran darah haid yang tidak membeku karena adanya aktivitas
fibrinolitik lokal dalam pembuluh darah endometrium yang mencapai puncaknya
saat haid .
Daftar Pustaka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar